Saturday, 9 May 2015

Seorang Ayah Memasukan Anakanya Kedalam Koper Aggar Lolos Dari Pengawasan Imigrasi Spanyol


Bocah tersebut dalam kondisi buruk ketika keluar dari dalam koper.
"Seorang bapak nekat memasukkan anak laki-lakinya yang berusia delapan tahun ke dalam koper agar dia bisa lolos dari pengawasan aparat imigrasi Spanyol".

Niat sang bapak terungkap ketika aparat Ceuta, wilayah Spanyol di Afrika utara, melihat sesosok manusia di dalam koper ketika koper tersebut melewati mesin pemindai sinar-X.

Begitu mereka membuka koper, seorang bocah keluar dari dalamnya. Menurut juru bicara aparat Spanyol, bocah itu dalam kondisi buruk.

Belakangan diketahui bocah itu berusia delapan tahun, bernama Abou. Harian Spanyol, El Pais, melaporkan dia dimasukkan ayahnya ke dalam koper. Sang ayah kemudian membayar seorang perempuan berusia 19 tahun untuk membawa koper tersebut ke Ceuta.
Niat seorang pria untuk menyelundupkan anaknya terungkap ketika aparat melihat sesosok manusia di dalam koper ketika koper tersebut melewati mesin pemindai sinar-X.
Tubuh manusia

“Perempuan itu awalnya ragu dan sepertinya dia tidak ingin melintasi perbatasan. Kami sempat mengira dia membawa narkoba, namun perlahan ketahuan itu adalah tubuh manusia,” kata polisi Spanyol.

Sebagaimana dipaparkan kantor berita Spanyol, Efe, sang ayah (yang juga bernama Abou) telah bermukim di Kepulauan Canary sejak 2013. Kepulauan Canary merupakan wilayah Spanyol yang berada di sebelah barat Afrika.

Setelah mengumpulkan uang, sang ayah berupaya mendatangkan anaknya dari Pantai Gading. Dia kemudian kembali ke Pantai Gading dan mencoba menyelundupkan anaknya ke wilayah Spanyol.

Kini, anak itu diasuh aparat di Ceuta. Sedangkan sang ayah diinstruksikan aparat untuk ke Ceuta. Sesampainya di sana, dia ditahan.
Ribuan orang memasuki Ceuta dan Melilla secara ilegal selama beberapa tahun terakhir.
Wilayah sengketa


Ceuta dan Melilla terletak di kawasan pesisir Laut Mediterania. Uniknya, dua wilayah itu tidak berada di daratan utama Spanyol, namun dikelilingi teritori Maroko di Afrika utara.

Madrid mengatakan Ceuta dan Melilla ialah wilayah Spanyol. Akan tetapi Maroko mengklaim kedaulatan atas kedua wilayah tersebut.

Meski dibatasi oleh pagar setinggi enam meter, dua wilayah itu menjadi sasaran utama para migran yang berupaya menyeberang dari Afrika ke Eropa.

Human Rights Watch mengatakan sedikitnya 4.300 orang memasuki Ceuta dan Melilla secara ilegal pada 2013. Padahal pada 2012 jumlah yang masuk mencapai 2.804 orang.

Seorang Ayah Memasukan Anakanya Kedalam Koper Aggar Lolos Dari Pengawasan Imigrasi Spanyol Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fikri as