Friday, 22 January 2016

Pengakuan Eks Gafatar Selama Hidup di Kamp



Tabloid Kita -
Seorang pria duduk disebuah kursi tenda pengungsian. Matanya menatap kosong. Linglung sepertinya. Sesekali mengumbar senyum.

Lelaki itu mengaku bernama Doni. Ia berasal dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketika ditemui di tenda di posko pengungsi eks anggota Gafatar di Pembekalan Angkutan Daerah Militer (Bekangdam) XII/Tanjungpura, Kamis 21 Januari 2016, ia berbicara irit. Sepertinya berusaha mengingat.

"Saya juga tidak tahu," itulah ucapan Doni ketika ditanya tujuan datang ke Kabupaten Mempawah, Kamis (22/1/2016). "Tahunya bertani di sana," imbuh dia.idup di Kamp

Pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) sangat sulit diwawancara awak media. Hanya ada beberapa saja yang bersedia. Itu pun melalui pendekatan ekstra luar biasa, termasuk Doni ini.

Ia bercerita datang bersama keluarganya ke Kalimantan Barat. "Selama sebulan ini saya bertani di sana. Nanam Padi. Kayak pekerja tani. Dwi Arianto yang koordinir," tutur dia dengan muka mengerut.

"Ada kerja sama dengan Dinas Pertanian di sana. Mereka minjamkan traktor. Dipinjamin. Dengan penduduk setempat enggak ada masalah. Ini malah tahunya dari kampung lainnya," ujar Doni.

Guburnur Kalimantan Barat, Cornelis, berkunjung ke pengungsi eks anggota Gafatar di Bekangdam XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat. Menurut orang nomor satu di Kalimantan Barat ini, terkait pengungsi eks anggota Gafatar, opsi pemulangan mereka ini merupakan opsi terakhir. Langkah ini diambil pemeritah untuk menyelamatkan nyawa para eks Gafatar.

"Rakyat Indonesia boleh bertempat tinggal di mana saja di wilayah NKRI. Yang penting dilakukan dengan prosedural UU kependudukan. Dan tidak dengan maksud tertentu yang dapat mengacaukan stabilitas keamanan di tempat kita ini," kata Corneli.

Cornelis meminta wilayahnya jangan dikotori. Para eks Gafata ini dipulangkan pada Jumat 22 Januari 2016.

"Dari pada nanti mereka tetap disini terjadi korban jiwa akibat amukan massa. Jika mereka memang datangnya baik-baik kenapa tidak diterima. Namun harus lengkap dokumennya kependudukannya," kata Cornelis.
Pengakuan Eks Gafatar Selama Hidup di Kamp Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fikri as